IBX59EBC1209EF42 Kisah Nyata Yang Menginspirasi di Balik Film Beauty and The Beast - TWOCRUTEX

Kisah Nyata Yang Menginspirasi di Balik Film Beauty and The Beast

Saat ini tengah beredar di Tanah Air Film Beauty and The Beast yang mengisahkan tentang cerita gadis cantik dengan seorang pria buruk rupa. Cerita cinta itu ternyata benar-benar terjadi di abad ke-16 sehingga menjadi inspirasi ditulisnya sebuah buku dan menjadi dasar dibuatnya sebuah film dengan judul yang sama.

Dimana dalam film tersebut diceritakan seorang Gadis cantik yang bernama Catherine dan si Pria yang buruk rupa bernama Petrus Gonsalvus. Si Pria tengah dihadapkan dengan sebuah penyakit kelainan yang langka sehingga mengakibatkan seluruh tubuhnya di tumbuhi dengan rambut.

Dikarenakan pada abad tersebut ilmu medis belum berkembang, maka penyakit yang di derita oleh Petrus Gonsalvus disebut-sebut sebagai sebuah kutukan. Dilansir oleh laman mirror Jumat (17/3/2017), penyakit semacam itu dikenal dengan nama Hipertrikosis, atau Sindrom Ambras.

Adalah Petrus Gonsalvus atau Pedro Gonzalez. Ia kelahiran Tenerife pada 1537 dan menjadi orang pertama yang dicatat mengalami sindrom ambras. Dimana kasus ini tergolong sangat langka dan biasa juga disebut dengan “sindrom manusia serigala”.

Bahkan kini sudah ada 50 kasus sindrom manusia serigala yang berkembang sejak abad pertengahan silam.

Pada saat itu kisah Petrus diceritakan sangatlah miris. Setiap orang yang melihatnya sudahlah pasti merasa ketakutan. Ditambah dengan beredarnya isu, bahwa dia mampu memakan bayi hidup-hidup dan tergolong kejam. Seperti halnya manusia biasa, Petrus pun juga mempunyai perasaan.

Menurut catatan sejarawan, pria yang buruk rupa itu merupakan simbol dari status kebangsawanan dirinya. Ketika dirinya masih kecil, ia di tangkap dan di jadikan hadiah untuk penobatan Henry ll bersama dengan Ratu Catherine de Medici. Dan Ia dianggap seperti binatang yang langka.

Dimana pada saat itu para sarjana dan dokter mengira ia bisa mengaum seperti halnya serigala. Tetapi ketika Pedro menyebutkan namanya, mereka semua terkejut dan berupaya untuk menyelidiki keadaannya lebih lanjut.

Sehingga Paranormal dan Ahli Agama pun turt memberikan pendapat mereka dan menyatakan kalau Petrus sama sekali tidak memiliki kekuatan magis dan dia pun mendapat julukan ‘Wildman’. Selanjutnya, mereka memberinya pakaian dan mengenalkannya dengan pendidikan.

Wildman sangat cerdas dengan belajar tiga bahasa dengan baik. Dan diberikan kesempatan untuk tampil di depan orang banyak, serta didepan para bangsawan. Ia dianggap objek yang unik oleh seorang seniman lukis.

Sejarawan Roberto Zapperi mencatat, Petrus pun akhirnya dicariakn jodoh. Namun, wanita mana yang mau menikah dengannya?

Tercatat pada tahun 1559 ada seorang wanita yang bernama Catherine dan ia sudah ditinggalkan tewas oleh suaminya. Ia lah yang pada akhirnya menerima pinangan Petrus dan mau menikah dengannya.

Mereka berdua pada akhirnya di karuniai dua orang putra bernama Paolo dan Ercole. Tidak seperti sang ayah, keduanya lahir dengan keadaan normal alias tidak membawa sindrom manusia serigala. Teatapi lain halnya dengan putra mereka selanjutnya, Enrico dan Orazio yang mengalami nasib sama seperti sang ayah yaitu menderita penyakit langka yakni sindrom manusi serigala.

Kisah ini pun menginspirasi penulis Prancis Gabrielle-Suzanne de Villeneuve yang membuat ceritaLa Belle et la Bete pada 1740. Disney lantas menyadur dan mengganti judulnya menjadi Beauty and The Beast.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *