Berita Timur Tengah Terbaru Nasib Ikhwanul Muslimin di Mesir

Matamatapolitik menyajikan kabar berita Timur Tengah terbaru mengenai nasib pemberontak Ikhwanul muslimin di Mesir. Pasca melakukan demonstrasi di Provinsi Sharqiya yang berbuntut kerusuhan, mengakibatkan sebanyak 24 anggota kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman seumur hidup.

Seperti disebut oleh Presiden Mesir tentang berita Timur Tengah terbaru menyangkut organisasi tersebut, Abdel Fattah El-Sisi, Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi terlarang, dan para pengikutnya tidak berhak memaksakan ideologi yang mereka usung di Mesir. El-Sisi memerintah Mesir saat terjadi kejatuhan mantan Presiden, Mohammed Morsi. Saat itu pemerintahan Morsi digulingkan.

Ikhwanul Muslimin. Pada awalnya didirikan di Mesir sekitar tahun 1982, oleh Hassan Bana, seorang cendekiawan. Tujuan dibentuknya Ikhwanul Muslimin (IM) adalah agar sistem pemerintahan yang ada dapat menerapkan hukum dan aturan Islam secara kaffah. Lantaran hal inilah, IM dikategorikan sebagai gerakan teroris di beberapa negara tempat Ikhwanul Muslimin berbanding. Ikhwanul Muslimin dianggap hendak mendirikan negara di atas negara sah.

Salman Al-Ansari, Presiden Komite Urusan Hubungan Masyarakat Saudi-Amerika (SAPRAC) menegaskan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kelompok ideologis sekaligus militan yang menyerukan serta mendukung jihad dalam bentuk bom bunuh diri dengan targetnya adalah anggota militer hingga warga sipil, ujarnya dilansir oleh Arab News. Lebih lanjut Al-Ansari mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin juga bertujuan untuk menguasai dunia Islam, dan menganggap bahwa mereka yang berbeda ideologi dengan mereka dapat dihilangkan nyawanya.

Pengkaderan kelompok ekstrimis ini terbagi dalam 3 tingkatan. Tingkat pertama ditempati oleh pemimpin-pemimpin utama organisasi ini. Sementara di tingkatan kedua adalah kader yang militan yang bertindak di bawah perintah tingkatan pertama. Tingkatan ketiga adalah para ulama, penceramah serta pendukungnya. Para ulama ini memiliki tujuan yang lebih spesifik, yakni menanamkan ideologi Ikhwanul Muslimin melalui kajian-kajian yang terselubung.

Tercatat sebanyak 2 kali Ikhwanul Muslimin dibubarkan:

  1. Pada tahun 1942, ketika Mesir masih berbentuk kerajaan, IM dituduh melakukan. Kudeta kepada pemerintahan yang resmi. Persidangan kasus ini berlangsung selama hampir 8 bulan. Muhammad Abdussamad Fahmi dan Jamaluddin Fakih di vonis bebas pasca persidangan itu digelar.

  2. Pada tahun 1948 pemerintahan Mesir di bawah ke pemimpinan Perdana Menteri, Muhammad Fahmi Nuqrasy, mulai mempressure pergerakan para anggota Ikhwanul muslimin. Saat itu PM Mesir, Nuqrasy, menerbitkan surat keputusan pembubaran kelompok IM lantaran dianggap mengganggu keamanan negara Mesir. Terhitung sejak dua puluh hari surat pembubaran tersebut diterbitkan, Nuqrasy dibunuh oleh seorang mahasiswa yang mengaku sebagai anggota Ikhwanul Muslimin, bernama Abdul Majid Hasan.

 

Hingga kini para pengikut Ikhwanul Muslimin tersebar ke berbagai wilayah, lantaran melindungi diri dari kejaran aparat Mesir. Nantikan perkembangan berita Timur Tengah terbaru di media online matamatapolitik.com yang menyajikan berita secara imbang, faktual, dan terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *